Wednesday, January 8, 2014

Sundul Kanan, Sundul Kiri :D

Hari ini Rabu, 8 Januari lumayan seru pelajarannya. Hari ini mapel Kimia Terapan belum praktikum. Dan sewaktu mapel Fisika aku dan sekawananku tidur :D it's common if you are STETSA's Student. Because the teacher just repeat the lesson material from worksheet and a lot of time just used for his telling weird story. Ok. forget about this s*ck teacher. Bel berbunyi dan kami bersorak untuk pulang dengan bahagia aku masih harus ke Ruang Tata Usaha untuk mengurus Surat Tugas. YA SURAT TUGAS. Besok dan Sabtu aku bersama Wisnu ditugaskan oleh sekolah untuk mehadiri pesta HUT STETSA diskusi publik di Pendopo Kabupaten Malang. It's very bad. Padahal Kamis(besok) sampai Sabtu di sekolahku ada acara HUT STETSA. Selama tiga hari, STETSA tidak ada pelajaran. INI SUPER LANGKA BRO DI STETSA!! Jarang-jarang SMAN 4 ada free. Tapi parahnya aku melewati momen langka ini justru untuk TUGAS SEKOLAH. Ok, I had been given a job by school, and I have to be responsible student. Ini aku yang dikasih tugas tapi kenapa malah aku yang mengurus Surat Tugasnya ya (?) Setelah lima menit yang singkat satu jam mondar-mandir TU-WAKASIS-Fotokopi, aku selesai dengan urusan Surat Tugas. Sebelum Surat Tugas tercetak, aku sempat mengajukan syarat ke WAKASIS untuk menghadiri acara itu. Pertama, untuk transportasi ke Singosari kami harus ditanggung oleh sekolah paling tidak dengan mobil milik sekolah. Kedua, kami harus diberi uang konsumsi walaupun sedikit.
Pukul 15.00, aku berjalan melewati gerbang surga sekolah menuju Stasiun Kota Baru. Unlucky, it's rainy! Jarak sekolah-stasiun sekitar 200 meter. Melalui Jalan Kertanegara yang elit dan rapi, akhirnnya aku sampai di depan Stasiun Kota Baru, and I have to go across freaky crossroads! Udah tiga kali aku hampir ditabrak pengemudi sepeda motor yang sukanya nyerobot/nyerendel. Beruntung, kali ini aku berhasil menyeberang dengan selamat tanpa bersentuhan dengan sepeda motor.
Stasiun Kota Baru rame coyy! Udah kayak mall MOG hehehe. Apalagi diluar sedang hujan deras yang akhirnya banyak orang berteduh di dalam stasiun. Karena antrean loket yang panjang, aku berniat konsultasi bertanya ke mbak-mbak Customer Service. Ternyata sama aja bro, ke Customer Service masih harus antri. Customer Servicenya hanya ada dua orang. Satunya pun khusus untuk penukaran kode booking tiket kereta. Ok, tunggu sebentar juga nanti dapet giliran masuk. Depan aku ada seorang ibu berwajah Sumatera memegang clurit tiket kereta. Dari mukanya, sudah kelihatan kalau ibunya lagi kesel atau mungkin marah. Aku coba bertanya ke ibunya, "Permisi bu, Ibu juga mengantri masuk ke Customer Service?". "YA!!" jawab ibu itu dengan tegas dan singkat. Ok, aku mending diam aja daripada kena api marah dari si ibu. Sabar ya bu :) hehehe.
Akhirnya si ibu masuk dan antrian tersisa aku saja. Tak berselang lama ada bule cowok sebut saja "R"-karena ia menggunakan topi yang bertuliskan R-datang dengan muka kebingungan. Si ibu lumayan lama berada di dalam. Jadi, aku dan R sempat berbicara sebentar. Here is our conversation, sorry I write in Bahasa :
R : Ini tempat customer service?
I : Iya benar. Ada yang bisa saya bantu?
R : Ohh, saya mau ke Jogjakarta, tapi saya tertinggal kereta.
I : Kalau ke Jogjakarta ya naik Kereta Malioboro, tapi berangkatnya jam 08.00 pagi tadi.
R : Iya itu masalahnya. Dan saya tidak tahu harus naik kereta apa.
I : Mungkin, anda bisa naik Kereta Matarmaja. Keretanya akan berhenti di Jogjakarta. Tapi setahuku penumpang tidak boleh turun di Jogjakarta. Mungkin, anda bisa bernegosiasi dengan pihak PT. KAI.
R : Ok, terimakasih. Akan saya coba.
I : Anda berasal dari negara mana?
R : Rusia.
I : Oh, Eropa. Anda telah berlibur kemana saja?
R : Saya telah mengunjungi Bali untuk waktu yang lama, lalu berkeliling di Surabaya dan Malang, lalu saya ke Gunung Bromo. Dan terakhir saya akan ke Jogjakarta. Saya akan berada di Jogjakarta selama tiga hari. Lalu saya akan ke Jakarta untuk kembali ke Rusia.
I : Apa yang akan anda kunjungi di Jogjakarta?
R : Yang pasti saya akan mengunjungi Borrooo...
I : Borobudur?
R : Oh iya, Borobudur. Maaf, saya sulit mengejanya.
I : Saran saya, jangan lupa membawa raincoat dan payung jika ke Borobudur. Karena saya dengar di sana saat ini sering hujan.
R : Iya, terimakasih sarannya. Anda sangat ramah sekali.
I : Hehehe iya. Anda ke sini menggungakan jasa tour wisata atau apa?
R : Saya seorang backpacker. Jadi saya berjalan-jalan sesuka saya.
I : Oo begitu. Jika anda tidak mendapatkan tiket kereta ke Jogjakarta, kenapa anda tidak pergi dengan bus?
R : Tidak, saya ragu dengan keamanannya. Saya lebih percaya dengan satpam kereta.
I : Lalu, bagaimana jika tidak mendapatkan tiket kereta?
R : Mungkin...saya akan menginap di sini. Tapi saya tidak tahu penginapan mana yang bagus untuk saya.
I : Jika anda mau, boleh kok tidur di rumah saya untuk semalam. Tidak perlu membayar.(entah spontan aku iba dengan bule yang tersesat ini .--.)
R : Ide yang bagus. Tapi lihat saja nanti ya.
I : Ok.
Sudah lumayan lama si ibu berada di dalam dan masih belum keluar. Si R menggigil kedinginan. Dia seperti orang Eropa pada umumnya. Kulitnya putih dan memerah karena udara yang lembab. Tapi, tingginya badannya hampir sama dengan aku. Dia menggunakan kaos dan celana surfer yang ada tulisan "Bali"nya. Di punggunya ada tas carrier yang super gede. Di tangan kanannya, ada tas carrier ukuran sedang. 
R : Anda akan pergi kemana?
I : Saya akan pergi ke Blitar.
R : Blitar?
I : Iya, Blitar. Terdengar aneh kah?
R : Ya begitulah. Dimana itu?
I : Sekitar 80 km di selatan Kota Malang. Saya akan mengunjungi teman saya.
Terdengar melalui speaker panggilan untuk penumpang Malabar dalam Bahasa Indonesia.
R : Suara apa itu?
I : Itu semacam final call.
R : Final call kereta tujuan kemana?
I : Bandung.
R : Oo...Bandung.
I : Sepertinya stasiun di sini sangat jauh berbeda dengan stasiun di Rusia, ya tidak?
R : Seperti itu lah. Tapi, orang di sini baik dan ramah. Saya tidak tahu dengan bahasa, beruntung penduduk seperti anda mau untuk memberi tahu.
Si ibu tadi telah keluar. Aku mempersilakan R untuk masuk terlebih dahulu. Dia mendorong pintunya. Padahal di pintu tertulis "TARIK". Aku pun turun tangan menarik pintu. R tampak senang dan dia mengucapkan terimakasih. Hahaha jarang banget ada bule Eropa yang ramah kayak gini. Beruntung R mau untuk diajak berbicara. Hitung-hitung aku melatih kemampuan bahasa inggrisku. Cukup lama R berada di dalam. Lalu R pergi meninggalkan Ruang Customer Service melalui pintu utara sambil membawa selembar kertas. 
Akupun masuk ke dalam R. Customer Service. Sebenarnya sudah sering aku masuk ke ruang kecil ber-AC itu. Saat aku membuka pintu, si mbak CS menyapa "Selama Sore, lho mas ini lagi. Silakan duduk mas" Sial! Kayaknya si mbak ini sudah hafal sama wajahku -____-. Sudah sering aku ketemu mbak CS yang satu ini. Dalam kurun waktu satu bulan kebelakang, ini yang ketiga kalinya aku kepo ke mbaknya. Maklum, aku suka sekali naik kereta api kalau ada urusan ke luar kota.
Aku pun duduk. Aku pun mulai bertanya secara detail mengenai tiket kereta Malang-Blitar pp untuk tanggal 12 Januari 2014. Iya, hampir lupa. Ok, aku jelaskan dulu untuk apa aku membeli tiket kereta ke Blitar. Aku adalah Kandidat Bina Antarbudaya Chapter Malang. Ada sekitar 15 14 Kandidat yang tersebar di berbagai penjuru Provinsi Jawa Timur bagian selatan. Ada yang di Malang, Kediri, Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo, dan Blitar. Kami akan berkumpul sekalian main di Kota Blitar. Kota kesayangan Mak IKA. Kami kandidat yang dari Malang ada aku dan Faisal(SMAN 4), Loka(SMAN 10), dan Gabriell(SMAN 8). Namun Faisal tidak ikut ke Blitar. Jadilah hanya aku, Gabriell dan Loka. Berhubung Loka adalah siswa yang hidup di dormitory yang ada peraturan jam keluarnya, jadi aku cari tiket berangkat ke Blitar yang diatas jam 6. Dan membeli tiket kereta pulang yang sampai di Malang sebelum jam 5.
Kata mbak CS, ada kereta ke Blitar jam 08.10. Sayangnya sudah habis. Aku tanya, "Emang kapan mbak tiket untuk 5 Januari nya sold out? Ini kan masih H-4.". Si mbak CS, "Pembelian tiket dibuka H-7 pukul 04.00 mas. Hari Minggu, 5 Januari 2014, sekitar jam 07.00 pagi sudah sold out.". GUBRAKK!!! Baru dibuka 3 jam, tiketnya udah SOLD OUT??? Ini jualan kacang tiket kereta apa pembagian SEMBAKO?? Gila coba masa aku harus ke stasiun jam 05.00 hanya untuk beli tiket kereta? Padahal jam segitu masih enak-enaknya boker-bobok keren. Ternyata tiket untuk balik ke Malangnya juga habis. Ceritanya gak jauh beda sama tiket yang untuk berangkat ke Blitar. Ok, gak apa. Ibarat pepatah, the show must go on. Terpaksa kita harus naik Bus Bagong. Segera aku meninggalkan Ruang Customer Service dengan kecewa dan rasa bersalah yang besar karena aku telat beli tiketnya. Sebelumnya aku mengucapkan terimakasih kepada si Mbak CS yang dari awal aku datang sampai pergi selalu tersenyum. Padahal aku tadi tanyanya kepo banget dan agak jengkelin. Ini CS memangnya dibayar untuk tersenyum terus ya? Kalau iya, tolong bayar petugas loket Stasiun Kota Baru yang super jutek untuk tersenyum dong. Kalau gak, ganti aja petugas loket sama mbak CS yang suka senyum dan super ramah ini tolong. Pengalaman, dua kali aku ketemu petugas cewek loket Stasiun Kota Baru yang ramah gak ada senyumnya dan aku malah dibilang "gak sopan". :)
Ternyata di luar stasiun masih hujan. Tapi sekarang sudah gerimis. Aku keluar stasiun sambil berjalan tanpa sepatu. Sepatuku aku bawa di tangan kiriku dan aku berjalan tanpa alas kaki alias ngodok/nyeker. Celanaku abu-abuku juga aku angkat sebatas lututku. Saat aku jalan ke parkiran, ada orang bilang "mau bajak sawah mas?" Udah, kelihatan banget kalau aku ini orang dari desa. .__. Sesampainya di parkiran belakang SMAN 1 ternyata hujannya tambah deres. Segera aku menggunakan jas hujan lalu pergi ke RSI Aisiyah Malang menemui mama. Eeaa..ketahun kalau aku anak mama. Ya iya lah, mau anaknya siapa lagi coba.
Sesampainya di RSI Aisiyah, aku menceritakan emosi dan rasa kecewa saat di Stasiun Kota Baru tadi. Mama cuma bilang. "Coba aja tanya di Stasiun Kota Lama. Mungkin masih ada.". Aku, "Kalau di Kota Baru aja gak ada, ya masak di Kota Lama masih ada?". Mama, "Udah..coba aja dulu. Siapa tahu masih ada." Aku pun pergi ke Stasiun Kota Lama yang jaraknya sekitar 1 km dari RSI Aisiyah, di daerah sekitar Comboran-bukan comberan lo ya. 
Tidak lama kemudian aku tiba di Stasiun Kota Lama. Aku jelaskan dulu masalah stasiun yang ada di Kota Malang. Di Kota Malang ada 3 stasiun. Dari yang terbesar adalah Staisiun Kota Baru, Stasiun Kota Malang dan Stasiun Blimbing. Memang Kota Baru adalah stasiun yang paling bagus dan paling besar di Kota Malang mengingat lokasinya yang berada di pusat Kota Malang. Di Stasiun Kota Baru melayani rute jarak jauh ke Jakarta, Bandung dan Jogjakarta. Sedangkan Kota Lama dan Blimbing adalah stasiun kecil yang melayani rute jarak pendek. Letak Stasiun Kota Lama ya di Kelurahan Kota Lama. Stasiunnya berada di samping fly over Kota Lama. Di depannya RS Panti Nirmala. Kondisi stasiunnya kecil dan fasilitasnya sangat sedikit. Tapi, sekarang PT. KAI sedang melakukan pemajuan dan pembangunan Stasiun Kota Lama. Sepertinya, di sekitar stasiun akan dibangun hotel, mall, dan kondominium. Sayang sekali, rencana yang bagus ini harus mengorbankan penduduk di sekitar stasiun. Banyak rumah di sekitar stasiun yang menduduki tanah milik PT KAI harus digusur. Tampak pemandangan puing-puing bangunan rumah yang belum dibersihkan.
Ini yang ketiga kalinya aku masuk Stasiun Kota Lama. Suasananya sepi. Berbeda jauh dengan Stasiun Kota Baru yang dipadati penumpang. Aku ke loket 2. Aku tak perlu mengantri panjang seperti di loket di Stasiun Kota Baru. Yang jaga loket adalah cowok yang mirip aktor Bollywood. Sumpah, wajah-wajah orang India. Logat bicaranya pun beda dengan orang Malang pada umumnya. Lupakan..aku pun tanya masalah tiket kereta ke Blitar. Mas nya ramah dan tersenyum bro, dan dengan sabar mengecek tiket di komputernya. Ternyata, beruntung aku datang ke Stasiun Kota Lama. Ternyata, TIKETNYA MASIH ADA COY!! Tiket hari Minggu, 12 Januari 2014 Malang-Blitar pukul 08.17 dan Blitar-Malang 13.32 MASIH ADA!! Aku pun berlari keluar menuju parkiran sepeda motor untuk mengambil HPku. Bodohnya, aku meninggalkan HPku di sepeda motor -__- Di HPku ada foto KTP Loka dan nama lengkap Gabriell. Kalau beli tiket kereta sekarang kayak beli tiket BNS pesawat, harus pakai nama dan nomor kartu identitas.
Saat kembali ke loket, ternyata di loket 2 sedang ada pembeli yang lainnya. Aku pun menuju loket 1. Di loket 1, ada mas-mas yang lagi nukerin kupon diskon uang recehan banyak banget. Tapi, aku dipersilakan untuk membeli tiket. Ternyata, di loket 1 yang jaga cewek. Mbaknya mirip presenter di Kompas Petang di KompasTV. Dan mbaknya ini lebih ramah dari mas India tadi. Mbaknya juga agak SKSD pas aku beli tiketnya. Ok, lupakan hal ini. Yang penting aku bisa beli tiket keretanya. Hehehe
Karena aku gak bawa KTP Gabriell dan KTP Loka cuma ada fotonya, aku harus membeli tiket dengan cara menulis Kertas Pemesanan Tiket. Aku nulisnya di depan loket 1 karena memang loketnya lagi sepi. Aku juga sempet ngobrol sama mas-mas yang lagi nukerin uang receh. Aku juga sempat jadi kayak Customer Service PT KAI. Ada ibu-ibu yang lagi bingung mau beliin tiket ke Surabaya untuk anaknya. Ibu itu bingung kalau dari Malang, kereta berhenti di Stasiun Wonokromo dulu atau Stasiun Gubeng dulu. Karena aku berpengalaman naik kereta ke Surabaya, jadinya ibu itu puas dengan penjelasan dari aku yang super detail dan kronologis. Selain itu, petugas di dalam loket juga SKSD sama aku. Mereka tanya mau ngapain aku ke Blitar dan dengan siapa aku ke Blitar. Aku juga cerita masalahku tadi sewaktu di Stasiun Kota Baru. Mas mbaknya juga kasih cerita gokil ke aku. Gila!! Seru banget aku ke Stasiun Kota Lama ini. Tidak memakan waktu lama, aku selesai mengisi LJK Ujian Akhir Semester lembar pemesanan itu.
Saat aku menyerahkan lembar pemesanan itu ke mbak penjaga loket, mbaknya mengembalikan lembarnya karena nomor kartu identitas Gabriell tidak aku isi. Setelah smsku ke Gabriell belum dibalas dan teleponku tidak diangkat, aku melakukan kebiasanku saat membeli tiket kereta. AKU MENGAWUR NOMOR ID NYA GABRIELL!!! wkwkwkwk. Aku menulis 13861. :D Lalu aku serahkan kartu lembar pemesanan ke mbaknya tadi. AND, MY TICKET IS PRINTED!!! :) leganya!!! Alhamdulillah aku bisa mendapatkan tiket kereta api ke Blitar dan tidak jadi naik Bus Bagong. Tapi, masalahnya adalah dengan nomor ID tiketnya Gabriell. Pasti ini akan bermasalah dengan pihak Boarding Stasiun saat nanti keberangkatan. Tapi, ya nanti dicoba dulu lah. Hehehe Tiketnya murah, satu orang hanya Rp 4.000 saja. Jadi untuk pp aku membayar sekitar Rp 24.000. Ngepas banget sama uang yang aku bawa. Tadi aku cuma bawa uang Rp 26.000. 
Beruntung, hujan telah reda. Aku pun segera pulang. Untuk Gabriell dan Loka, I have a surprised thing then you should read the ticket corectly :D. Untuk Ika, we only have 2 hours and 44 minutes to see you in Blitar -__-. Untuk Kandidat Chapter Malang, I WAIT TO SEE YOU ALL AGAIN IN BLITAR!! :). Ok, Thanks for reading. Leave your comments and suggestion, guys!! B-) :)


Thursday, December 5, 2013

Seleksi Bina Antarbudaya (Part 3)

   Sebelum aku menyelesaikan form AFS, Kak Haris, Kak Suta dan kak yang aku lupa namanya datang ke rumahku buat ngelakuin sesi Home Interview. Aku mendapatkan giliran home interview yang pertama dibandingkan kandidat yang lainnya. Waktu home interview, kakak-kakak chapternya ngobrol santai bareng keluargaku.
    Kami makan malam bersama. Waktu itu bertepatan dengan Hari Idul Kurban, jadinya di rumah banyak masakan serba daging. Dan sepertinya kakaknya suka masakan rendang buatanku dan mamaku. Hehehe Kita pun sering tertawa bersama. Home interviewnya ini seru abis. Kadang serius, kadang juga bercanda. Awalnya kakaknya bilang cuma 1 jam home interviewnya. Tapi malah kelebihan sampai 3 jam. Setelah home interview selesai, para kandidat lainnya tanya-tanya mengenai apa yang ditanyakan. Ya aku gak bisa jawab secara detail, karena itu rahasia keluarga dan kakak chapter Malang.
     Sebulan setelah Home Interview, aku mendapatkan kabar bahwa aku mendapatkan rekomendasi seleksi nasional YES di Jakarta. Ada sekitar 8 peserta yang berasal dari Chapter Malang termasuk aku. Yang paling seru dari berita ini adalah aku bisa mendapatkan beasiswa pergi ke US, aku akan ke Jakarta dan aku bisa naik pesawat yang pertama kalinya dan itu gratis. Hehehe terimakasih Bina Antarbudaya.
     Pemberitahuannya ini lumayan mepet. Sudah H-5 acara. Yang lebih hebohnya lagi, sebelum mengikuti seleksi YES ini aku harus melengkapi form YES. Ya form YES. Beda dengan form AFS yang dulu sudah pernah aku kerjakan. Form YES ini lebih banyak dan lebih rumit dibandingkan form AFS. Dan waktunya lebih sedikit. Cuma ada 4 hari pengerjaan. Dengan usaha, doa, niat dan usaha keras, alhamdulillah form YESnya bisa keisi lengkap dengan tepat waktu.
     Lalu aku beserta peserta lainnya dari Chapter Malang yaitu Birbik, Loka, Ika, Afif, Astri, Ana dan Aisya berangkat ke Jakarta untuk seleksi nasional YES. Di seleksi ini tidak beda jauh dengan seleksi di tingkat chapter. Ada seleksi DK 1 dan DK 2 yang tentunya gak kalah seru dan kompak sama DK tahap 3 di Malang. Lalu kami mengisi lembar Pengenalan Diri. Kami juga akan melakukan interview. Di interview ini aku tetep aja seperti interview yang tahap 2  di Malang. Aku dapat orang Indonesia. Tapi tak apalah, baik dan ramah kok interviewernya. Lalu kita juga mengerjakan Essay Writing. Di penghujung acara kita melakukan SLEP Test. Lalu kita pulang ke kota masing-masing.
     Sampai sekarang aku masih menunggu hasil seleksi YES Nasional. Kata panitianya, hasilnya akan diumumkan di akhir tahun 2013. Pengumumannya melalui surat pos. Bagi yang lolos, akan mendapatkan surat pemberitahuan. Sedangkan yang tidak lolos, tidak akan mendapatkan apa-apa. Jadi mohon doanya semoga saya lolos seleksi YES ini dan mendapatkan surat akhir tahun kelolosan dan mendapatkan yang terbaik. Amin amin
     Thank you for reading my blogs. Leave your comments guys!! :)

Seleksi Bina Antarbudaya (Part 2)

     Hai, pasti sudah membaca yang Part 1 kan..mari lanjut baca yang part 2. :)
      Setelah dinyatakan lolos tahap 3, berarti aku telah menjadi Kandidat Chapter Malang 2014-2015. Kurang lebih ada 24 peserta. Lalu kita mengikuti seleksi berkas nasional. Semua berkas seleksi selama seleksi tingkat chapter dikirimkan ke kantor nasional Bina Antarbudaya. Berkas-berkas tersebut akan diseleksi oleh pihak nasional.
     Lumayan lama menunggu hasil dari seleksi berkas nasional ini. Setelah menunggu beberapa bulan, aku dinyatakan menjadi Kandidat Nasional Bina Antarbudaya 2014-2015. Ada sekitar 15 Kandidat Chapter Malang yang lolos menjadi Kandidat Nasional Bina Antarbudaya, jadi ada 9 kandidat chapter malang yang tidak lolos. Dari Kota Malang sendiri ada aku dan Faisal dari SMAN 4 Malang, Gabriel dari SMAN 8 Malang, dan Loka dari SMAN 10 Malang. Sedangkan sisa 11 peserta yang lainnya ada yang dari Kediri, Blitar, Madiun, Ponorogo, Magetan, dll.
     Lalu aku beserta keluarga diundang kakak chapter Malang untuk datang di acara pertemuan keluarga (Family Gathering) seluruh Kandidat Nasional dari chapter Malang. Acaranya berada di Kampus Universitas Merdeka di Jalan Bandung, Malang. Beruntung selama ini acara seleksi Bina Antarbudaya ini diadakan di Kota Malang. Jadi aku tidak perlu berjam-jam perjalanan menuju acara seleksi seperti peserta lainnya yang dari luar Kota Malang. Sempat kasihan juga ada yang harus berangkat malam-malam ke Malang.
     Di acara ini, kandidat beserta orangtua mendapat penjelasan program dari kakak-kakak Chapter Malang. Lalu para kandidat dibawa ke ruang sebelah. Para orangtua diberi penjelasan mengenai Family Pledge. Sedangkan kami para kandidat mendapat arahan mengenai pengisian Form AFS. Ya Form AFS. Kami juga memilih koordinator Kandidat Chapter Malang, yaitu Gabriel. Selain itu, kami juga disuruh membuat pohon keluarga. Pohon keluarganya ini unik, ada garis kedekatannya juga. Lalu kami diinformasikan akan melakukan home interview. Jadi kakak-kakak Chapter Malang akan datang ke tiap rumah kandidat.
     Form AFS ini banyak banget yang harus diisi. Waktunya pun juga gak lama. Hal-hal yang perlu diisi antara lain seperti form kesehatan, nilai sekolah, kepribadian, surat untuk host family, dll. Aku sempat dispensasi sekolah sehari untuk mengurus form kesehatan ke Rumah Sakit. Setelah lama dan kerja keras menyelesaikan form AFS, aku serahkan form AFSku ke Kak Arina selaku pihak Chapter Malang. Lalu aku juga mengirim formnya ke Kantor Nasional Bina Antarbudaya via Pos Indonesia. Ini pertama kalinya aku ke kantor pos.
     ~ To be continued in Seleksi Bina Antarbudaya (Part 3). :) Leave your comments guys!! :)

Seleksi Bina Antarbudaya (Part 1)

     Mengikuti seleksi Bina Antarbudaya memang tidak mudah. Banyak tahapan seleksi yang harus dilalui. Mulai dari seleksi chapter, seleksi berkas nasional, dan seleksi YES(hanya untuk yang mendapatkan rekemondasi mengikuti YES).
     Aku bersekolah di SMAN 4 Malang. Jadi aku mengikuti seleksi Bina Antarbudaya di Chapter Malang. Kantor YBA Malang sangat dekat dengan sekolahku, kira-kira 300 meter. Awalnya saya mendaftar dengan membeli PIN pendaftaran di kantor YBA Chapter Malang. Pin itu terdiri dari kode acak untuk login di situs Bina Antarbudaya. Setelah login, saya mengisi formulir pendaftaran dan kartu peserta.
     Lalu aku mengikuti seleksi tahap pertama. Seleksinya diadakan di Universitas Malangkucecwara (ABM). Jarak lokasi seleksi dari rumah ± 13 km. Di tahap ini, seleksinya masih tes tulis. Di tahap 1 ini diikuti kurang lebih 1200 peserta dari Malang, Blitar, Madiun, Kediri, Tulungagung, Ngawi, Magetan, dll. Adapun yang diujikan adalah pengetahuan umum, bahasa inggris dan esai bahasa indonesia. Awalnya banyak teman yang belajar buat tahap 1. Ada yang udah ikut les bahasa inggris selama 9 bulan. Bahkan ada yang menghafal soal-soal pengetahuan umum dari seleksi tahun lalu. Parahnya lagi, ada yang bawa buku sejarah amerika ke tempat tes. Sedangkan aku, aku cuma belajar dari koran nasional terbaru aja.
     Setelah dinyatakan lolos tahap 1, berarti aku bisa mengikuti seleksi tahap 2. Saya harus mengisi surat rekomendasi dari guru, teman dan tetangga sebelum mengikuti seleksi tahap 2 dan mencetak form data diri yang sudah saya isi di situs Bina Antarbudaya. Seleksi tahap 2 juga diadakan di Universitas Malangkucecwara. Seleksinya kurang lebih diikuti 270 peserta. Di tahap 2 ini ada english interview dan wawancara kepribadian. Di sini mending wawancaranya diungkapin apa adanya dirimu aja, jangan melebih-lebihkan ataupun kurang terbuka.
     Setelah dinyatakan lolos tahap 2, aku mengikuti seleksi tahap 3. Seleksi tahap 3 ini ada ± 90 peserta dari seluruh Chapter Malang. Hal yang diuji di Tahap 3 ini adalah dinamika kelompok. Jadi, kami dibagi secara acak menjadi beberapa kelompok. Kita diberi suatu permasalahan yang harus kita diskusikan bagaimana solusinya. Lalu kita buat suatu prakarya dari poster dan selotape yang temanya sesuai dengan permasalahan tersebut. Lalu prakarya tersebut kami presentasikan di depan para juri. Sempat aku diserang oleh kakak-kakak jurinya dengan pertanyaan yang menyudutkan. Alhamdulillah aku bisa menjawabnya dengan percaya diri.
      ~To be continued in Seleksi Bina Antarbudaya (Part 2). :) Leave your comments guys! :)

Tuesday, December 3, 2013

Sayonara, Jakarta

     Kita seleksi YES di Jakarta tanggal 15-17/11/2013. Check out dari Wisma Handayani jam 10.30. Terus kita naik bus dari daerah Fatmawati, Jaksel ke Bandara Soekarno Hatta, Tangerang. Perjalannya sekitar 1 jam 30 menit. Gak kerasa lama soalnya view Kota Jakartanya gak bosenin. Apalagi ditemenin anak-anak Batch 2 yang seru dan klop banget.
     Chapter Malang (aku), Surabaya dan Yogyakarta naik Batik Air untuk pulangnya. Kita berarti harus ke Terminal 3 Bandara Soekarno Hatta. Sedangkan Chapter Semarang, Mataram, Pontianak dan Aceh naiknya di Terminal 1.
     Terminal 3 itu terminal yang terbaru. Bentuk gedungnya modern ala bandara di Singapura. Lumayang besar gedungnya. Tapi petunjuk jalannya jelas. Jadi gak ada nyasar-nyasaran. Ada customer service. Landasan pacu peswatnya juga bisa kelihatan dari dalam. Karena bandara Internasional, sering juga lihat turis mondar-mandir.
     Tapi di terminal 3 restorannya gak semenarik dan selengkap di Terminal 2 atau 1 Bandara Soetta. At least ada J-Co dan Roti Boy kok. Di lantai 2, banyak stan baju dan foodcourt. Di lantai dua bener-bener kecium bau khas roti boy. Roti boy di Malang lumayan terkenal. Sampai ada Roti Boy KW aka roti boy abal-abal. Dan aku sama Loka panik pingin beli roti boy. Rasanya kayak lagi di MOG aja pas di sana hehehe
     Di sini kami datang di bandara pukul 12.00. Tapi kita baru bisa check in dan ngurus boarding passnya jam 2. dan akhirnya kita 'ngemper' dulu di bagian checkin in bandara selama 2 jam bareng anak surabaya dan yogyakarta. tapi kami gak bisa diem aja, kita malah mondar-mandir di bagian check in yang emang khusus buat penumpang. alhasil kita kena tegur sama petugas bandara. hehehe begitu jam 2, aku ngurus boarding pass dan checkin. aku kan tanggung jawab pesawat buat anak-anak chapter malang, jadi dua hal itu aku yang ngurusin. di bandara soetta ini, check innya gak pakai ngantri. petugasnya cowok dan demen senyum terus. ramah dan gak segan buat ngucapain maaf. jadi ngurusnya gak pakai waktu lama juga udah selesai.
     Mbak Mita yang sekarang tinggal di tangerang, datang di bandara jam 1. aku ditraktir nasi cah jamur di bakmi gm, terus makan donat di j-co. ya gak usah disebutin harganya berapa ya..hehehe kan tahu sendiri di bandara harga makanan bisa naik berlipat-lipat dari harga umumnya. jadi, aku lebih sering sama mbak mita dibandingkan main sama anak chapter malang waktu di bandara.
     Kita boarding timenya pukul 18.20. 
Jadi jam 17.00 kita udah masuk ke ruang tunggu. sebelum masuk, mbak mita ngefotoin kita(chapter malang
) sama hpnya. tapi gak tahu kok hasilnya agak burem gini.
     Saat di dalem ruang tunggu, aku duduk di lantai yang ada karpet super cozy dan empuknya. soalnya kursinya penuh. kita duduk sambil nonton film puss in boots bareng anak kecil bule. rungannya lumayan adem dan bagus. tapi aku gak nemuin screen jadwal penerbangan pesawat.
     Biar gak bosan, kita foto-foto dulu. dan aku nantang anak-anak chapter malang buat ngajak bule di depan kita buat diajak foto bareng. akhirnya kita suit. dan aku yang kena dan harus ngajak si bule foto bareng kita. finally, 
kita foto bareng dan ngbrol-ngobrol sama bule dari australia itu. sempet bikin heboh dilihatan orang sekitar hehehe
     Kita ngobrol sama si bule sampai kelupaan waktu. pas kita mau solat jam 18.10 ternyata sudah ada final call buat pesawat kita. padahal aku sudah wudhu dan siap solat. alhasil kita lari-lari buat masuk ke pesawat. kalau gak salah, aku, astri dan aisya berhenti dulu di landasan buat foto dulu bentar. tapi entah hasilnya malah ngeblur. dan akhirnya kita masuk pesawat.
     Sumpah beruntung banget bisa naik 
Batik Air ini. peswatnya tiper boeing 737-900er terbaru. kursinya luas. bersih. lampu tematiknya beneran keren. ada 'in flight entertainment'nya alias tv touch screennya. pramugarinya cantik-cantik juga ramah. setelah di dalam peasawat, ternyata pesawat kita ngantri buat take off selama sejam. maklum kan bandara soetta udah crowded parah. jadi kita foto-foto dulu di dalam pesawat. gak peduli dilihatin orang lain hehehe dan akhrinya kita take off pukul 19.30.
     Kebanyakan kita pada tidur selama perjalanan. tapi aku asik sama tv dan headset. dan kita terbang di cuaca yang lumayan buruk. pesawatnya terus-terusan geter-geter. bikin mual. dan yang paling seru, pesawat kita sempat sekali kayak terlempar awan. jadinya kita pada shock. yang tadinya tidur jadi kebangun. dan aku malah ketawa-ketawa kesenenngan. sumpah ngakak lihat ekspresinya anak chapter malang pas waktu itu, maaf hehehe
     dan akhirnya kita landing di Bandara 
Juanda pukul 20.50. di sini lah perpisahan anak chpater malang dan surabaya. dan kami pulang ke kota masing-masing

Leave your comments guys! 
:)

My First Flight

     Ini lagi perjalanan dari dan ke Jakarta. Kalau yang pakai jas almamater merah tua, itu naik Sriwijaya Air dari Malang berangkat ke Jakarta. First Flight hehehe :) Kalau yang pakai jaket merah cerah, itu naik Batik Air dari Jakarta ke Surabaya. Batik Air lebih cozy, luas, bersih dan ada tipi-tipinya :D

First Step in Jakarta

     Agak norak juga buat ngungkapin perasaan waktu kita ambil foto ini. Pas udah landing di Bandara Soekarno Hatta, Jakarta, aku sama anak kandidat YES Chapter Malang(Birbik, Afif, Ika, Astri, Loka, Ana, Aisya) nungguin semua penumpang keluar dulu terus kita foto-foto dulu di dalem pesawat. Waktu foto pun kita kayak gak ada malu. Kita foto pada dilihatin pramugari sama pilotnya. Gak apa :D yang penting happy. Tapi gak tahu dulu fotonya itu pakai kameranya siapa. Jadi aku belum dapet foto waktu di dalam pesawat Sriwajaya Air itu. Soalnya aku gak ngurus masalah kamera. Sebagai leader tim di urusan pesawat, aku harus mastiin gak ada barang yang tertinggal di dalam pesawat. Aku sempet nurunin kopernya pramugarinya loo :D. Kopernya di sebelah kabin tasku. Kukira itu koper milik tim kami.
     Kita keluar pesawat lewat jembatan kalau gak salah istilahnya tuh 'barata'. Pinginnya kita turun gak pakai jembatan. Pinginnya foto dulu di landasan pesawat. Tapi gak apa, yang penting sudah sampai di Jakarta dengan selamat itu sudah alhamdulillah. Barusan keluar dari pesawat , kita foto-foto dulu. Minta tolong sama petugas bandara yang lagi santai-santai. Petugasnya kalau ngomong medok gaya Jakarta. Jadi awalnya kita agak bingung pas mau minta tolong. Tapi alhamdulillah bisa foto. Muka kita pada berbinar-binar. Iya lah..barusan naik pesawat dan pertama kali nginjakkan kaki(first step) di Jakarta.
      Kita sudah dijemput sama kakak dari panitia YES National Selection sambil bawa logonya YES.
Kita landing pukul 11.05 WIB. Kami landing di terminal 1A Bandara Abdulrachman Saleh. Padahal peserta yang lainnya pada landing di terminal 3. Tapi di screen informasi bandara pesawat kita landing pukul 10.00. Jadi dikira panitia kita nyasar di Bandara Soekarno Hatta selama sejam. Padahal kan dari Malangnya udah delay satu jam. Tapi setelah dijelasin akhirnya saling paham kok. Dan akhirnya kami dari Chapter Malang bertemu dengan peserta Batch 2 lainnya.
Leave your comments guys! :)